Tiga Desa di Junrejo Kota Batu Alami Kekosongan Jabatan Kepala Desa

SURYAMALANG.COM, BATU – Tiga Desa di Kecamatan JunrejoKota Batu, alami kekosongan jabatan Kepala Desa. Yakni Desa Tlekung, Desa Mojorejo, dan Desa Pendem.

Saat ini tiga desa itu dijabat oleh plt Kepala Desa. Camat Junrejo, M Adim mengatakan, nanti tiga desa itu akan melaksanakan Pilkades serentak.

“Kekosongan jabatan kepala desa itu karena masa jabatannya yang habis. Pilkades serentak nanti awal November,” kata Adim, Rabu (25/7/2018).

Kekosongan kepala desa itu ada yang habis masa jabatannya tahun 2017. Namun sengaja tidak dilakukan pemilihan, karena akan diserentakkan Pilkades November 2018.

“Tidak ada aturan yang melarang untuk ikut kembali bagi kepala desa yang ingin mencalonkan lagi. Masih belum tahu lama waktu yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota BatuPunjul Santoso menambahkan Pilkades serentak ini sudah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jatim. Akan dilaksanakan pada 23 November. Ia menambahkan kalau anggaran setiap desa bakal diberi Rp 75 juta.

“Kami awali pembentukan panitia Pilkades tingkat Kota. Tanggal 8 Agustus ini setiap desa mulai membentuk panitia, karena begitu surat dari Gubernur turun, kami langsung membuat Perwali terkait pembentukan panitia ini,” ungkapnya.

Anggaran ini akan dimasukkan ke dalam PAK, karena baru mendapatkan SK dari Gubernur. Ia mengakui kalau tahun 2019 nanti juga bakal ada yang habis masa jabatannya. Tetapi itu akan dilaksanakan tahun 2018.

“Kalau memang nanti mau berubah tanggal pelaksanaannya, ya monggo. Tapi 2019 ya nanti ada sendiri. Banyak nanti 2019,” paparnya.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Tiga Desa di Junrejo Kota Batu Alami Kekosongan Jabatan Kepala Desa, http://suryamalang.tribunnews.com/2018/07/25/tiga-desa-di-junrejo-kota-batu-alami-kekosongan-jabatan-kepala-desa.
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko

Berita Seputar Pendem

Batu, SMN-Pengembangan padi organik di Kota Batu yang dicanangkan 2011 lalu, kini menuai hasil. Hal ini dilihat dari pengembangan padi organik di dusun sekar putih desa Pendem Kecamatan Junrejo yang berhasil meningkatkan hasil produk pertanian secara optimal.

Ir. Sugeng Pramono sebagai kepala dinas pertanian dan kehutanan dalam sambutan telah mengungkapkan, dengan luas areal panen 1.040 Hektar pada Tahun 2011 mampu  mencapai 6.593 Ton dengan produktifitas 63,4 KU/ Ha,

sedangkan di Desa Pendem sendiri dengan lahan seluas 275 Hektar sawah yang ditanami padi mampu memproduksi 8 Ton per-hektar. Diperkirakan panen tahun ini hasilnya dapat meningkat signifikan mengingat penggunaan pupuk organik mampu menekan biaya produksi pertanian, dibandingkan dengan menggunakan pupuk anorganik atau pupuk kimia yang pengeluarannya jauh lebih tinggi.

Apalagi Desa Pendem Kecamatan Junrejo  merupakan satu dari empat 4 (empat) desa yang mempelopori pertanian organik, sedangkan 3 (tiga) desa lain yakni Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji; Desa Sumberjo, Kecamatan Batu; dan Desa Torongrejo dan Desa Pendem. Saat ini juga mempraktekan system pertanian organik.

Dari empat desa tersebut dibagi menjadi beberapa klaster, wilayah Desa Sumber Brantas dijadikan lahan pembudidayaan tanaman wortel dan kentang serta beberapa jenis sayur lain seperti kubis. Untuk Desa Sumberjo menjadi sentra penanaman cabai merah besar dan kecil, sawi, sladeri, lobak dan sejumlah sayur lainnya. Desa Torongrejo untuk sentra produksi bawang merah, daun sawi, daun prei, serta jagung manis. Sedang Desa Pendem untuk budidaya tanaman padi organik jenis C Hearang.

Sugeng jugamenambahkan, meski belum populer, jika dilihat dari segi ekonomis pemanfaatan menggunakan bahan-bahan organik dalam pertanian sangat menjanjikan, namun Dinas Pertanian dan Kehutanan berharap agar ke depan petani mau beralih menggunakan bahan organik dalam  bertani.

Sementara itu Walikota Batu Edy Rumpoko dalam sambutannya mengatakan tetap komitmen untuk mendukung pertanian organik yang saat ini sudah dikembangkan para petani, “Saya bersama pak Kapolres, dan Komandan (Dan Pusdik Arhanud serat Dan Dohar red) hadir kesini bukan karena mau melihat panen saja, namun sebagai bentuk dukungan membangun pertanian berkelanjutan untuk mewujudkan Batu Go Organik, insya Allah berkah,” kata Edy.

Pemerintah mempunyai komitmen bahwa produk-produk pertanian harus mampu di dayagunakan supaya harganya tidak jatuh dan merugikan petani. Edy Rumpoko menyadari, problem petani yang dihadapi saat ini adalah menjual hasil produk pertanian yang ada, “Persoalan petani, bukan bagaimana menanam, namun menjualnya yang bingung” tegas eddy.

Masih menurut Edy sudah menjadi tugas pemerintah untuk mendukung produktifitas pertanian. Tidak tanggung-tanggung dalam kesempatan itu ER sapaan akrab Eddy Rumpoko mengajak pimpinan Bank Jatim Haryono untuk membuka peluang pinjaman bagi para petani.

Dalam kesempatan itu, atas nama Pemerintah Kota Batu juga memberikan beberapa bantuan pada masyarakat, diantaranya bantuan 108 ekor sapi perah, 241 ekor kambing peranakan, 1 (satu) unit gudang pakan ikan, 6000 bibit kopi, 1000 bibit pohon mahoni, 400 Ton pupuk organic, 400 liter pupuk cair, termasuk bantuan bedah rumah untuk 18 rumah tidak layak huni, serta bantuan-bantuan yang lain. (Az)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑